Senin, 21 Agustus 2017

Kab/Kota Penerima “Kue Pembangunan” Terbesar se-Sumbar 2016



Masyarakat perkotaan se-Sumatera Barat menikmati  “kue pembangunan” yang lebih besar dibandingkan masyarakat pedesaan pada tahun 2016, jika dilihat dari besarnya realisasi belanja pemerintah per kapita.   Realisasi belanja pemerintah pada masing-masing  Kabupaten / Kota, secara umum terdiri dari realisasi APBD masing-masing Kabupaten/Kota dan realisasi belanja instansi vertikal (APBN) yang berkantor pada masing-masing daerah.
Data BPS Tahun 2016 menunjukan bahwa jumlah anggaran belanja APBN pada 46 instansi vertikal / lembaga dan sejenisnya sekitar Rp.10,3 Triliyun, dengan realisasi sebesar Rp. 8,87 Triliyun.  Anggaran dan realisasi tersebut merupakan belanja instansi vertikal / lembaga yang berkantor / beroperasional  pada masing-masing wilayah kabupaten / kota (https://sumbar.bps.go.id/website/pdf_publikasi/Provinsi-Sumatera-Barat-Dalam-Angka-2017.pdf ).

Apabila realisasi belanja pemerintah (APBD + APBN) dibagi dengan jumlah penduduk masing-masing Kabupaten / Kota,  maka  seluruh Pemerintah Kota di Sumbar memiliki nilai yang lebih besar dari yang diperoleh Kabupaten, kecuali untuk Kabupaten Mentawai.   Rata reaisasi belanja pemerintah per kapita pada 7 Kota se-Sumatera Barat melebihi  rata-rata nasional yaitu sekitar Rp.7,1 juta per kapita (Realisasi APBN Rp.1.864,27 Triliyun, dan penduduk sekitar 261,1 juta jiwa).  Data 8 Kabupaten / Kota yang melebihi rata-rata nasional, seperti Tabel berikut :




No
Nama Kab/Kota
Realisasi APBD
( Milyar)
Realisasi
APBN
Instansi
Vertikal
(Milyar)
Total
(Milyar)
Jumlah
Penduduk
(Jiwa)
Realisasi
Belanja
Pemerintah
Per Kapita
(Juta)
1
Padang Panjang
               692,3
               439,7
           1.132,0
                         51,712
            21,8
2
Mentawai
           1.163,9
                 64,6
           1.228,6
                          86,981
            14,1
3
Sawahlunto
               709,6
               104,8
              814,4
                          60,778
            13,4
4
Kota Solok
               653,7
               103,2
              756,9
                          67,307
            11,2
5
Kota Pariaman
               761,9
                 92,8
            854,8
                          85,691
              9,9
6
Kota Padang
           2.570,7
           5.553,9
           8.124,7
                        914,968
              8,9
7
Bukittinggi
               623,4
               398,9
           1.022,3
                        124,715
              8,2
8
Payakumbuh
               836,6
               153,3
              989,9
                        129,807
              7,6
9
Nasional

   1.864.270,0
1.864.270,0
  261.100.000
              7,1


Kondisi demikian memperlihatkan kecenderungan  bahwa secara umum pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten / Kota di Sumatera Barat sangat dipengaruhi oleh belanja pemerintah, disamping faktor lainnya.  Tingginya pertumbuhan ekonomi perkotaan  tahun 2016 (bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional) dan relatif  tingginya indeks kebahagian wilayah perkotaan  karena memang perkotaan memiliki “porsi kue pembangunan”  yang lebih besar.  Baca Juga : Top 5 : Ekonomi Kab/Kota Se-Sumbar 2016,  http://palantabirokrasi.blogspot.co.id/2017/08/top-5-ekonomi-kabkota-se-sumbar-2016.html) dan Laki-laki Sumbar Lebh Bahagia ? http://palantabirokrasi.blogspot.co.id/2017/08/laki-laki-di-sumbar-lebih-bahagia.html.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar