Masyarakat
perkotaan se-Sumatera Barat menikmati “kue
pembangunan” yang lebih besar dibandingkan masyarakat pedesaan pada tahun 2016,
jika dilihat dari besarnya realisasi belanja pemerintah per kapita. Realisasi belanja pemerintah pada
masing-masing Kabupaten / Kota, secara
umum terdiri dari realisasi APBD masing-masing Kabupaten/Kota dan realisasi
belanja instansi vertikal (APBN) yang berkantor pada masing-masing daerah.
Data BPS Tahun
2016 menunjukan bahwa jumlah anggaran belanja APBN pada 46 instansi vertikal / lembaga
dan sejenisnya sekitar Rp.10,3 Triliyun, dengan realisasi sebesar Rp. 8,87
Triliyun. Anggaran dan realisasi
tersebut merupakan belanja instansi vertikal / lembaga yang berkantor / beroperasional
pada masing-masing wilayah kabupaten / kota
(https://sumbar.bps.go.id/website/pdf_publikasi/Provinsi-Sumatera-Barat-Dalam-Angka-2017.pdf
).
Apabila realisasi
belanja pemerintah (APBD + APBN) dibagi dengan jumlah penduduk masing-masing Kabupaten
/ Kota, maka seluruh Pemerintah Kota di Sumbar memiliki
nilai yang lebih besar dari yang diperoleh Kabupaten, kecuali untuk Kabupaten
Mentawai. Rata reaisasi belanja pemerintah
per kapita pada 7 Kota se-Sumatera Barat melebihi rata-rata nasional yaitu sekitar Rp.7,1 juta
per kapita (Realisasi APBN Rp.1.864,27 Triliyun, dan penduduk sekitar 261,1
juta jiwa). Data 8 Kabupaten / Kota yang
melebihi rata-rata nasional, seperti Tabel berikut :
No
|
Nama Kab/Kota
|
Realisasi APBD
( Milyar)
|
Realisasi
APBN
Instansi
Vertikal
(Milyar)
|
Total
(Milyar)
|
Jumlah
Penduduk
(Jiwa)
|
Realisasi
Belanja
Pemerintah
Per Kapita
(Juta)
|
1
|
Padang Panjang
|
692,3
|
439,7
|
1.132,0
|
51,712
|
21,8
|
2
|
Mentawai
|
1.163,9
|
64,6
|
1.228,6
|
86,981
|
14,1
|
3
|
Sawahlunto
|
709,6
|
104,8
|
814,4
|
60,778
|
13,4
|
4
|
Kota Solok
|
653,7
|
103,2
|
756,9
|
67,307
|
11,2
|
5
|
Kota Pariaman
|
761,9
|
92,8
|
854,8
|
85,691
|
9,9
|
6
|
Kota Padang
|
2.570,7
|
5.553,9
|
8.124,7
|
914,968
|
8,9
|
7
|
Bukittinggi
|
623,4
|
398,9
|
1.022,3
|
124,715
|
8,2
|
8
|
Payakumbuh
|
836,6
|
153,3
|
989,9
|
129,807
|
7,6
|
9
|
Nasional
|
1.864.270,0
|
1.864.270,0
|
261.100.000
|
7,1
|
Kondisi demikian memperlihatkan kecenderungan bahwa secara umum pertumbuhan ekonomi daerah
Kabupaten / Kota di Sumatera Barat sangat dipengaruhi oleh belanja pemerintah,
disamping faktor lainnya. Tingginya
pertumbuhan ekonomi perkotaan tahun 2016
(bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional) dan relatif tingginya indeks kebahagian wilayah perkotaan karena memang perkotaan memiliki “porsi kue
pembangunan” yang lebih besar. Baca Juga :
Top 5 : Ekonomi Kab/Kota Se-Sumbar 2016,
http://palantabirokrasi.blogspot.co.id/2017/08/top-5-ekonomi-kabkota-se-sumbar-2016.html)
dan Laki-laki Sumbar Lebh Bahagia ? http://palantabirokrasi.blogspot.co.id/2017/08/laki-laki-di-sumbar-lebih-bahagia.html.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar